Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Laris Tapi Tetap Untung

Seringkali seorang pebisnis terlalu gegabah untuk menentukan harga jual produknya. Mereka memberi harga yang sangat miring hingga laris namun keuntungan yang didapatkan tidak seberapa. Untuk itu diperlukan cara menentukan harga jual produk yang tepat agar keuntungan dan penjualan bisa seimbang. 

4 Cara Menentukan Harga Jual Produk

1. Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)

cara menentukan harga jual produk

Metode menghitung harga jual dengan Cost-Plus Pricing Method

Langkah pertama yang bisa kamu pakai untuk menentukan harga jual produk adalah menggunakan metode Cost-Plus Pricing Method.  Kamu bisa menghitung jumlah seluruh biaya per unit terlebih dahulu. Kemudian ditambah dengan jumlah tertentu untuk menutup laba yang ingin dikehendaki pada unit (margin).

Rumus sederhana dalam metode ini adalah:

 Biaya total + Margin = Harga Jual

Contoh kasus sederhananya, jika kamu mendapat order es campur 100 gelas dengan biaya total Rp 400.000. Kamu menginginkan untung 15% dari biaya total, maka : 

Harga total = Biaya Total + Laba 

= Rp 400.000 + (15% X Rp 400.000)

= Rp 460.000

Dengan demikian, untuk setiap cup kamu bisa menjual seharga Rp.4.600,00

2. Penetapan Harga Mark-Up (Mark-Up Pricing Method)

cara menentukan harga jual produk

Menghitung harga jual produk denga Mark-Up Pricing Method

Cara menentukan harga jual produk yang bisa kamu pakai selanjutnya yaitu dengan metode penetapan harga mark-up. Pada penetapan harga mark-up ini, hampir sama dengan penetapan harga biaya plus. Biasanya, seorang pedagang maupun perusahaan besar lebih banyak menggunakan penetapan harga ini karena dinilai jauh lebih efektif.

Rumus sederhananya dalam metode ini adalah:

Harga Beli + Mark Up = Harga Jual

Contoh kasus sederhananya, kamu membeli tas merek A dengan harga Rp 300.000. Kemudian kamu ingin mendapatkan untung Rp 50.000. Jadi kamu tinggal menjualnya seharga Rp 350.000. 

3. Penetapan Harga Break-even (Break-Even Pricing)

cara menentukan harga jual produk

Harga jual produk menggunakan Break-Even Pricing

Metode penetapan harga selanjutnya adalah menggunakan dasar permintaan pasar yang masih mempertimbangkan biaya. Metode ini sering disebut dengan Break-even. Suatu usaha dikatakan break-even apabila penghasilan yang diterima sama dengan ongkosnya, dengan perkiraan bahwa harga jualnya sudah ditentukan.

Dengan menggunakan cara ini, produk dari usahamu akan mendapatkan laba jika penjualan yang dicapai berada di atas titik break-even. Begitu juga sebaliknya, penjualan dari produkmu akan dikatakan rugi jika berada di bawah titik break-even. Jika kamu menggunakan metode ini, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan. 

Seperti harus memastikan jika seluruh produk terjual. Kemudian kamu juga harus memastikan jika biaya variabel per unitnya tetap. Dengan syarat ini kamu baru bisa menggunakan metode ini. 

4. Penetapan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar

cara menentukan harga jual produk

Menetapkan Harga dalam Hubungannya dengan Pasar

Jika kamu menggunakan cara ini, penentuan harga tidak akan didasarkan pada biaya, justru sebaliknya. Harga yang akan digunakan menentukan biaya sebuah produk yang akan dijual. Kamu bisa menentukan harga yang sama dengan tingkat harga pasar agar dapat ikut bersaing. 

Selain itu, kamu juga bisa menentukan harga jual lebih tinggi atau justru lebih rendah dari tingkat harga dalam persaingan. Semua ini harus didasarkan pada segmentasi pasar terlebih dahulu. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui segmentasi pasar sebelum menentukan harga jika menggunakan metode ini. 

Itulah keempat cara menentukan harga jual produk yang dianjurkan. Dengan menerapkan salah satu metode di atas, kamu bisa menjual produk tetap laris namun dengan laba yang diinginkan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan selamat mencoba! 

You may also like...