Mengenal Ragam Tradisi Budaya Khitanan di Indonesia

Khitanan tentunya sudah menjadi sesuatu yang lumrah bagi masyarakat Indonesia khususnya yang memeluk agama Islam. Khitan sendiri berasal dari Bahasa Arab, Khatun yang memiliki arti memotong bagian depan. Secara istilah, khitan berarti memotong kulit bagian depan kelamin laki-laki (kulup) yang merupakan tutup kepala zakar kelamin laki-laki. Dalam agama Islam, hukum dari khitan adalah wajib bagi laki-laki. Sedangkan hukumnya wajib, sunnah atau mubah bagi perempuan. Khitan biasanya dilaksanakan sebelum laki-laki baligh, dengan proses yang berbeda di setiap daerahnya. 

Apa Saja Tradisi Budaya Khitanan di Nusantara?

Di Tanah Air sendiri, terdapat beragam budaya syukuran khitanan nusantara dari berbagai suku. Tradisi ini dilakukan secara turun temurun dan masih banyak yang melakukannya. Dan berikut ini merupakan berbagai jenis dari berbagai daerah: 

1. Khitanan di Aceh Selatan

khitanan

Perayaan Khitan di Daerah Aceh

Di Aceh Selatan, tradisi khitanannya lebih dikenal dengan prosesi sunat rasul, di mana prosesi khitanannya disertai upacara pemberkatan serta doa untuk anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Dengan tujuan untuk menolak bala serta menyambut kedewasaan, tidak jarang ada juga yang mencampur prosesi sunat ini dengan tradisi sunat dalam syariah Islam. 

Urutan prosesi sunat di Aceh Selatan sendiri biasanya sebagai berikut.

  1. Niniak mamak: menentukan tanggal, hari, bulan acara dilaksanakan
  2. Pasang tampek: persiapan dipimpin langsung oleh ketua pemuda setempat
  3. Duduak rami: pembahasan acara bersama keluarga atau perangkat desa
  4. Bainai: memakaikan pacar atau pewarna kuku pada anak yang akan dikhitan
  5. Basuntiang: pemberkatan yang dilakukan oleh tetua adat
  6. Kenduri orang datang: para tetangga atau ibu-ibu datang untuk membantu persiapan acara
  7. Urang datang: hari H di mana para tamu undangan datang
  8. Mandi pucuak: upacara memandikan serta menggunting rambut anak yang akan dikhitan
  9. Menyerahkan ke mudin: menyerahkan anak ke tukang khitan
  10. Sunat: pelaksanaan sunat, biasanya dilaksanakan sore hari setelah para tamu pulang dan hanya tersisa sanak saudara / keluarga
  11. Bajago: anak yang sudah dikhitan akan dijaga selama 3 malam oleh para pemuda
  12. Minta izin: tuan rumah akan mengundang kembali tetangga beserta tokoh masyarakat untuk mengucapkan terima kasih 

2. Suku Sunda (Jawa Barat)

Prosesi sunatan di Jawa Barat juga mencampurkan dengan tradisi budaya Sunda yang unik, di mana anak yang akan dikhitan akan diarak mengelilingi desa dengan menduduki singa besar, ataupun menggunakan kuda renggong. Prosesi ini disebut dengan Sisingaan, dilakukan sebelum anak akan dikhitan. Biasanya disertai dengan musik tradisional Sunda yang dinamis ditambah dengan pertunjukan kesenian Sunda yang khas seperti seni pencak silat, seni sulap, maupun atraksi Debus. Anak yang akan dikhitan diarak seperti seorang raja, sementara keluarga akan mengikuti dan menemani. 

Selesai prosesi sisingaan, anak akan dimandikan menggunakan air dingin untuk persiapan sunat, dengan maksud supaya anak kebal atau tahan sakit. Setelah itu anak akan disunat melalui cara tradisional yang dilakukan oleh mantri sunat / bengkong, maupun dengan bantuan dokter. 

3. Jawa Tengah

khitanan

Perayaan Khitan di Jawa Tengah

Tradisi sunat di Jawa Tengah terbilang sangat sederhana. Di mana keluarga akan melakukan hajatan khitan dengan mengundang sanak saudara, kerabat, dan warga desa sekitar. Kemudian anak akan melaksanakan malam pegasan. Setelah itu keluarga akan menyiapkan kenduri dengan makanan yang cukup khas, yang baru bisa disajikan setelah melakukan doa bersama. 

Sementara di Yogyakarta, upacara khitan dilakukan dengan urutan majang, tarub, siraman dan ngabekten, yang terakhir gress. Meskipun sudah jarang dilakukan secara adat, namun prosesi khitanan dengan adat Yogyakarta ini akan memberikan nilai khusus yaitu keselamatan serta harapan supaya anak tumbuh menjadi anak yang berbakti pada kedua orangtuanya.

4. Makassar

Di Makassar sendiri upacara sunat bagi anak laki-laki disebut dengan Massunna, sedangkan untuk anak perempuan disebut dengan Makkatte’, yang kegiatannya disebut dengan appasunna. Sama halnya seperti daerah lainnya, upacara sunat di Makassar adalah dengan melakukan ritual seperti penghormatan terhadap anak yang akan disunat, memandikan anak yang akan disunat menggunakan air sumur keramat serta hajatan dengan sajian kue tradisional. Upacara ini memiliki makna penyucian diri bagi anak, dalam kata lain bahwa segala korban dan hal-hal yang buruk / tidak baik dapat dihilangkan. 

Demikian penjelasan mengenai tradisi khitanan Nusantara yang dapat menambah pengetahuan Anda. 

You may also like...