Pahami Prosedur Pengembalian Premi Asuransi bagi Nasabah Asuransi

Dalam istilah asuransi kita akan mengenal premi asuransi. Premi asuransi sendiri memiliki pengertian biaya yang harus dibayarkan dalam jangka waktu yang sudah disepakati sebagai syarat menjadi nasabah asuransi. Pengembalian premi asuransi dapat dilakukan dalam waktu akhir masa pertanggungan. 

Perlu diingat bahwa premi asuransi dari nasabah bisa dikembalikan dengan syarat yang sudah dipenuhi. Biasanya persyaratan itu sudah dibicarakan di awal perjanjian saat bergabung menjadi nasabah. Ini adalah hal yang perlu kamu ketahui tentang pengembalian premi asuransi di akhir masa pertanggungan. 

Tahapan Prosedur Pengembalian Premi Asuransi

Proses pengembalian premi asuransi bukanlah hal yang rumit. Namun, memang ada beberapa prosedur pengembalian premi asuransi yang harus dipatuhi dan dilakukan. Berikut ini merupakan prosedur pengembalian premi asuransi: 

1. Datang Pihak Asuransi

pengembalian premi asuransi

Nasabah Perlu Mendatangi Perusahaan Asuransi

Langkah awal yang bisa kamu lakukan untuk menarik premi asuransi adalah dengan mendatangi perusahaan asuransi. Terdapat beberapa pilihan yang bisa diambil pada tahap ini. Kamu bisa mencoba mendatangi di kantor cabang, kantor pusat, atau melalui customer service

2. Utarakan Maksud dan Tujuan

Setelah berhasil terhubung dengan perusahaan asuransi, langkah selanjutnya adalah utarakan maksud dan tujuan. Pada tahap ini kamu akan berdiskusi dengan perwakilan perusahaan dalam menentukan keputusan terbaik mengenai premi. Jika sudah sepakat, maka prosedur pengembalian premi bisa dilanjutkan. 

3. Lengkapi Dokumen

pengembalian premi asuransi

Proses untuk Melengkapi Semua Dokumen

Setelah itu, kamu akan diminta untuk melengkapi dokumen. Dokumen tersebut berisi mengenai perjanjian awal di masa asuransi dan persyaratan untuk mendapat premi asuransi kembali. Bacalah dengan seksama dokumen-dokumen yang disodorkan. Dan mintalah penjelasan jika kamu merasa belum paham.

Selain itu, pastikan kamu sudah mengisi formulir pengajuan penarikan dana dan pembatalan polis. Saat mengisi kedua formulir ini, kamu harus benar-benar selektif dan teliti. Karena formulir ini juga berfungsi sebagai formulir pencairan dana premi asuransi.

Untuk itu, pastikan jangan sampai salah saat melengkapi dokumen ini. Centang maturity atau bagian habis kontrak polis pada kolom detail perubahan. Selain itu, isi data diri nasabah, penarikan dana investasi, dan rekening tujuan pembayaran. Jangan lupa sertakan juga nama polis, KTP, dan buku polis.

4. Melengkapi Persyaratan

Selain melengkapi dokumen, kamu juga harus mengikuti persyaratan yang sudah ditetapkan. Mulai dari pembuktian kartu identitas, hingga diminta untuk menunjukkan buku polis asuransi. Semua akan diminta oleh perusahaan terkait untuk memproses pengembalian yang diajukan. 

Agar proses pencairan pengembalian premi ini berlangsung cepat, pastikan kamu mengumpulkan persyaratan terkait. Seperti mengisi data rekening nasabah yang harus sama dengan Surat Kuasa Debet Rekening (SKDR).  Karena jika tidak, maka kamu akan dimintai untuk membuat surat pernyataan.

5. Menunggu Sisa Dana

pengembalian premi asuransi

Menunggu Dana Cair dari Perusahaan Asuransi

Setelah semua persyaratan sudah dilakukan, langkah terakhir adalah menunggu kapan dana premi itu bisa cair. Di awal perjanjian, pihak asuransi menjelaskan jika premi asuransi yang dikembalikan jumlahnya tidak bisa kembali seluruhnya. Untuk itu, kamu juga harus bisa menerima ketentuan ini. 

Biasanya, lama pencairan pengembalian premi ini terhitung tujuh hari. Ini dihitung dari mulai pertama kamu mengumpulkan semua dokumen dan diterima oleh perusahaan terkait. Namun, tidak semua perusahaan bisa menjamin pengembalian dana pengembalian premi asuransi ini.

Itulah informasi mengenai prosedur pengembalian premi asuransi yang perlu diperhatikan sebagai nasabah asuransi. Prosedur ini bersifat umum dan dapat diterapkan di berbagai perusahaan asuransi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca ya!

You may also like...